Purnama Seruling Penataran atau yang lebih dikenal dengan singkatan PSP kembali digelar edisi pertama tahun 2015. Tepat nya jatuh pada tanggal 7 Maret 2015. Purnama Seruling Penataran sendiri adalah sebuah pertunjukan seni budaya yang diadakan di Kawasan Wisata Candi Penataran, Kabupaten Blitar. Sudah sekitar 5 tahun pertunjukkan ini digelar, yang pada awalnya diadakan setiap bulan pernama. Namun semenjak tahun 2013 an acara ini digelar setiap 4 bulan purnama sekali.
Pada PSP 7 Maret 2015 ini ada tema baru yang cukup berbeda, yaitu SESAJI GUNUNG KELUD. Edisi spesial yang mencoba menampilkan sendratari tentang gunung kelud. Dimana digambarkan masyarakat Blitar yang terkait erat dengan gunung kelud dalam kehidupan sehari-hari nya. Kesuburan gunung kelud juga telah membawa kesejahteraan bagi masyarakat petani Blitar. Namun gunung kelud juga gunung yang sangat aktif. Letusan yang dahsyat bisa saja mengancam.

Bulan februari tahun 2014 telah terjadi letusan yang sangat dahsyat sampai mampu mengangkat anak gunung kelud yang menyumbat dikawah gunung kelud sejak aktivitas kelud tahun 2006. Letusan ini telah membawa abu fulkanik hingga ke Jakarta, ribuan kilometer dari gunung kelud. Dan uniknya Blitar yang begitu dekat dengan puncak kelud tidak terkena dampak abu vulkanik. Hal ini disebabkan angin yang mengarah ke barat dan utara menjauh dari Blitar. Sendratari ini juga sebagai bentuk rasa syukur masyarakat Blitar karena puncak gunung kelud telah kembali ke pangkuan Blitar setelah sebelumnya menjadi perdebatan antara Blitar dan Kediri.

Selain menampilkan sendratari SESAJI KELUD karya Dewan Kesenian Kabupaten Blitar (DKKB) tersebut, seperti biasa PSP menampilkan seni budaya dari berbagai daerah Indonesia dan juga internasioanl. Diawali dengan penampilan tari-tarian khas Blitar, kemudian seruling pembuka dari DKKB.Dilanjutkan dengan penampilan tari khas Kalimantan yang menggambarkan tentang aktivitas bertani kehidupan sehari-hari masyarakat Kalimantan Barat.Kemudian Misbach Bilok dari Makasar melantunkan seruling sakuhaci yang dipadukan dengan ciri khas seruling Sulawesi.Lantunan merdu seruling membawa para penonton serasa kembali ke masa lalu dengan background candi penataran dengan siraman cahaya bulan purnama yang begitu elok.Nakoto dari Jepang berkolaborasi dengan Dani menyajikan sebuah tarian tradisional Jepang.

Pertunjukkan seni budaya dari berbagai daerah dan negara ini telah menjadikan Purnama Seruling Penataran sebagai tempat study budaya dan sekaligus menjadikan kita Indonesia khususnya warga Blitar semakin bangga bahwa seni budaya kita tidak kalah hebatnya dari negara-negara lain di dunia.

 

 

RECENT POST:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress Themes
Scroll to Top