Shot Documentary : Power Metal, the Legendary Rock Band

Tidak sengaja ngobrol dengan mas Yuda filmmaker dari jakarta, dia sedang menggarap film dokumenter tentang band rock legendaris, powermetal.Diajak untuk membantu salah satu shot di Surabaya tidak bisa ku tolak,justru aku cukup antusias bisa sedikit merasakan pembuatan film dokumenter dengan mas Yuda ini.Dia juga terlibat dalam pembuatan film “Tendangan Dari Langit”, karya Hanung.
Film ini dibuat dengan menggunakan format DSLR.Dan shot yang aku bantu ini pass perform nya PowerMetal,jadi aku hanya memakai lensa2 prime bukaan lebar F1.4.Cukup tertantang juga, karena memakai DSLR bukan lensa dengan IS gambar gampang shaky atau istilah nya “rolling shuuter”.Jadi harus terus pake tripod untuk gmbar yang smooth dan profesional.Ini sedikit tantangan ketika mengejar moment dan angel yang unik,tripod memakai yang ringan akan sangat membantu.Tapi untuk kualitas gambar,DSLR sudah tidak diragukan lagu.Apalagi dengan lensa prime bukaan lebar.
Oke sedikit cerita pengalaman teknis nya.Dan untuk band Powermetal sendiri…kereeeenn….dengan personelnya yang sudah keliatan tidak muda lagi,tapi performa mereka sangat energik.Dari lagu pertama sampai selesei sekitar 10 lagu semua dilibas dengan teriakan dan dentuman drum kerass ala powermetal.Ditengah-tengah saat solo drum,aku sempat mendapatkan gambar unik ketika Mas Ipung (gitaris),salahsatu pendiri band ini tampak sedang dipijit tangannya oleh asisten,sambil duduk istirahat bermandikan keringat.Mungkin memang stamina tidak seperti masa awal 1987 dulu, tapi musik dan perform mereka selalu di tunggu-tunggu para fans PM (PowerMetal) dengan penuh semangat teriakan “salam satu jiwa”.
Ini sedikit biografi PowerMetal band yang ku ambil dari anneahira.com dan Wiki : Power Metal Band Indonesia yang pernah berjaya di blantika musik tanah air, khususnya pada era akhir 80an hingga pertengahan tahun 90an. Group ini pada awalnya mengambil aliran heavy metal dan speed metal sebagai kiblat bermusik mereka, sebagaimana tren musik yang sedang digemari pada waktu itu. Namun, seiring waktu dan permintaan pasar aliran musik mereka cenderung mengarah sebagai group musik rock.

Power Metal band Indonesia ini mengawali kariernya di Surabaya, dan masuk ke dapur rekaman setelah menjadi pemenang salah satu festival musik rock yang diadakan oleh Logg Zhelebour. Logg sendiri adalah promotor pentas musik yang spesialis menangani musik beraliran keras. Dalam festival musik tersebut, Power Metal berhasil menjadi salah satu pemenang dengan lagunya yang berjudul Angkara.

Dari single Satu Jiwa inilah, kemudian meluncur album dari Power Metal Band Indonesia yang cukup laris dengan tajuk albumnya, Power One. Vokalis andalan Power Metal pada saat itu adalah Arus Efansyah, yang memiliki jenis vokal melengking yang khas. Sehingga, hal tersebut menjadi ciri khas dari lagu-lagu Power Metal yang hampir sebagian besar berbasis pada irama cepat dan melengking khas musik metal.


Lagu Power Metal

Sebagai salah satu group rock besar di Indonesia, Power Metal memiliki koleksi lagu yang cukup populer dan abadi untuk dikenang. Meski pun secara umum, album mereka yang cukup meledak hanya dua album namun banyak juga single lagu mereka yang cukup digemari di pasaran.

Dua album Power Metal Band Indonesia yang cukup menggigit adalah album pertama yakni Power One dan album kedua mereka yakni Power Mission. Pada kedua album itu, ciri sebagai group heavy metal demikian kental terdengar dari lagu-lagu mereka. Sedangkan mulai album ketiga, aliran musik yang diusung sudah sedikit melamban dan cenderung beraliran hard rock, seperti Guns N Roses.

Beberapa lagu yang cukup terkenal dari Power Metal di antaranya adalah Satu Jiwa, Angkara, Yang Terlupakan dan Pengakuan. Ketiganya merupakan bagian dari album pertama mereka. Dua lagu, yakni Satu Jiwa dan Angkara, sangat menunjukkan bahwa Power Metal memiliki genre heavy metal yang cukup kental.

Pada album kedua yakni Power Mission, beberapa lagu yang cukup mencuat di antaranya adalah Hilang, Rakyat Metal dan Ego Sentris. Ketiganya merupakan bagian dari 12 lagu yang ada pada album kedua yang diluncurkan pada tahun1992 tersebut.

Sementara lagu lagu lain yang cukup terkenal juga di antanya adalah Selamat Malam, Bidadari, serta Timur Tragedi. Ketiganya termasuk dalam jajaran lagu yang masuk dalam kategori lagu populer yang banyak diputar di berbagai radio dan media elektronik.

Personel PowerMetal :
1986-1988 :
Totty M – Vokal
Ipunk – Gitar
Pras Hadi – Bass
Raymond – Keyboard
Mugix – Drum

1988-1989 :
Punky Deas – Vokal
Ipunk – Gitar
H Sanada – Bass
Raymond – Keyboard
Mugix – Drum

1989-1991 :
Arul Efansyah – Vokal
Ipunk – Gitar
Pras Hadi – Bass
Raymond – Keyboard
Mugix – Drum

1991-1996 :
Arul Efansyah – Vokal
Lucky S.W – Gitar
F Rossi – Bass
Raymond – Keyboard
Mugix – Drum

1996-2000 :
Arul Efansyah – Vokal
Lucky S.W – Gitar
F Rossi – Bass
James Fistgerald [Ex-Andromedha] – Keyboard
Eko Dinaya [Ex-Eclips Band] – Drum

2000-2005 :
Arul Efansyah – Vokal
Ipunk – Gitar
Endro – Bass
Raymond – Keyboard
Eko Dinaya – Drum

2005-sekarang :
Arul Efansyah – Vokal
Ipunk – Gitar
Lucky S.W – Gitar
Babah – Bass
Sastro Adi – Keyboard
Eko Dinaya

sedikit snapshot dari video cam kita :

[slider][slide link=””]https://www.kreatifproduction.com/wp-content/uploads/2013/02/MVI_7037.jpg[/slide][slide link=””]https://www.kreatifproduction.com/wp-content/uploads/2013/02/ipunk02.jpg[/slide][slide link=””]https://www.kreatifproduction.com/wp-content/uploads/2013/02/gitaris201.jpg[/slide][slide link=””]https://www.kreatifproduction.com/wp-content/uploads/2013/02/bass01.jpg[/slide][slide link=””]https://www.kreatifproduction.com/wp-content/uploads/2013/02/ipunk01.jpg[/slide][/slider]

 

 

 



		

1 thought on “Shot Documentary : Power Metal, the Legendary Rock Band”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RECENT POST: